Ide menulis ini justru datang ketika seorang teman lama mengirim pesan di blackberry messenger saya di suatu siang. Sebut saja namanya A.

A: Ne, lagi deket sama siapa? Kapan mau merit?

Sekonyong-konyong saya tersenyum membacanya. Bisa ditebak, pembicaraan kemudian berlanjut, yang tentunya memiliki tema besar sama: Jodoh dan Pernikahan. *grin*

Saya tidak takut menikah. Bahkan keinginan menikah sudah ada sejak lama. Target menikah? Sudah lewat! Haha. Saya ingin menikah di usia 24 tahun. Lalu mengapa saat target sudah lewat 3 tahun, saya masih belum juga menikah? Only God knows.

Yang saya tak inginkan dari pembicaraan soal pernikahan dengan teman sebaya ataupun orang tua adalah kenyataan bahwa saya menikah hanya untuk menyenangkan hati orang-orang terdekat. Teman saya A semacam memberi sinyal bahwa sang Bunda sudah tak sabar ingin dirinya menikah. Sampai-sampai keluar omongan, “Ya pilih dong satu dari cowok-cowok yang suka main ke rumah.”

Kenyataan bahwa menikah adalah momen tak terlupakan seumur hidup tentunya benar. Kenyataaan menikah merupakan momen membahagiakan, juga benar. Saya membayangkan, keluarga besar saya dan sang suami nantinya tak henti menebar senyum dan kebahagiaan saat hari bahagia itu tiba.

Tapi saya tetaplah manusia biasa. Sebuah pensil di tanganNya. Saya ikut kemana sang Empunya membawa saya, menorehkan hal-hal baik sebelum tiba harinya.

Saya menolak keras bila diminta menikah karena sudah umurnya, atau demi keluarga, atau alasan sejenis itu. Nikah itu akan jadi bahagia saya kok. Kan saya yang menjalaninya dengan orang pilihan saya, seumur hidup saya. Orang tua tentu ingin yang terbaik untuk anak-anaknya. Nah kalo saya nikah diburu-buru atau karena deadline usia, maaf deh.. Saya ngga bisa.

Saya sih yakin, nanti tiba saatnya. Waktu terbaik menurut Sang Pencipta. Jadi, jangan tanya terus “kapan nikah, Ne?” Bosen tau :p a friendly reminder bolehlah.. πŸ˜‰

“Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya…” Pengkotbah 3:11

“He hath made every thing beautiful in his time…” Ecclesiastes 3:11

Senayan City, 11092012

PS: Tulisan ini dibuat murni bukan karena diburu-buru nikah orang tua, lho. Mom and Dad, your daughter say Hi πŸ˜‰

Views All Time
Views All Time
1515
Views Today
Views Today
1
Nikah? Siapa Takut.
Tagged on:         

12 thoughts on “Nikah? Siapa Takut.

  • 17 September 2012 at 1:56 AM
    Permalink

    Tul! Menikah karena betul-betul telah menemukan orang yang sesuai sepadan seniat secinta dan sejiwa itu isinya mostly bahagia πŸ™‚ Mudah2an Tuhan kasih waktu dan pasangan terbaik buatmu ya, Ne πŸ™‚

    Reply
    • 17 September 2012 at 4:34 AM
      Permalink

      Thanks, Dhin :*

      Reply
  • 15 November 2012 at 10:50 AM
    Permalink

    Jodoh ada di tangan Tuhan. Kelak akan tiba waktunya untuk menikah, maka manusia pun harus berdoa dan berusaha. πŸ™‚

    Reply
  • 21 November 2012 at 11:25 AM
    Permalink

    Semua akan berjalan lancar mba. Ada petunjuk dan penuntun juga penyinar hidupmu yang akan mengantarkan ke kehidupan sejahtera bersama calon lelakimu.

    Semoga bahagai sister,

    Salam Blogger

    Reply
    • 26 July 2014 at 7:25 PM
      Permalink

      Terima kasiih πŸ™‚

      Reply
  • 20 December 2012 at 5:02 PM
    Permalink

    kalau kata M Quraish Shihab, “lebih baik mencintai orang yg dinikahi, daripada menikahi orang yg dicintai”.
    banyak benernya dan banyak jg contohnya πŸ˜€

    Reply
  • Pingback:Tentang Pilihan Hidup | Inne Nathalia's Blog

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com