Holla!

Belakangan aku ditanya melalui fitur question di Insta Story tentang traveling. Apanya? Macem-macem.. Teman-teman di Instagram pengen aku bahas traveling lebih banyak. Makanya aku mulai dengan tulisan mengenai tanda pagar (tagar) #InnathJalanJalan Yup, tagar ini aku buat khusus untuk semua postingan di media sosial, khususnya Instagram, waktu aku jalan-jalan.

Nyobain Sake Bar di Shibuya, Tokyo

Per hari ini sudah ada 330 post terkait postingan travelingku di Instagram, mulai dari cerita-cerita waktu traveling, kuliner apa aja yang aku makan dan juga tempat-tempat yang aku datangi, sampaiiiii… sekadar foto selfie bin narsis aja di lokasi yang aku datangi, hehe.. 😀 Untuk memudahkan, aku mengumpulkan 5 pertanyaan dengan topik ini (iya ini nanya ke diri sendiri), yang kemudian aku jawab sendiri juga.. Hahaha 😀 Semoga mewakili pertanyaan teman-teman ya (pede!) Let’s roll!

Asakusa Temple, salah satu tempat yang wajib didatangi di Tokyo
  1. Apa sebenarnya tujuan kamu traveling?

Wiiii.. pertanyaan dasar tapi jawabnya butuh mikir. Hmmm, awalnya bisa aku bilang kalau aku nggak sengaja jatuh cinta dengan traveling waktu diajak mamiku traveling ke Macau sekitar tahun 2000-an. Traveling di sana ngga semenyenangkan itu juga, karena mamiku malah sakit pas di sana, jadi aku traveling sambil merawat, nyari nasi putih buat mami ditengah kendala bahasa, ditambah cerita seru pas mau pulang, eh, flight-nya cancel, harus extend 1 malam dan harus pindah negara (nyeberang ke Hong Kong) karena nggak ada jadwal direct flight lagi ke Indonesia dalam beberapa hari. Hohoho.. Sungguhlah pengalaman gado-gado tapi ternyata adiktif ya, hehe..

Kapan kita jalan bareng?

Oke, oke.. back to the topic,  tujuan aku traveling mencari dan membuat jarak dengan Jakarta dan juga mengumpulkan banyak cerita lagi untuk pengalaman hidupku dan hidup anak-anakku kelak. Tsahhh.. Hahaha.. Serius, lho, ini. Kenapa cari jarak dengan Jakarta? Ya, as we all know, rutinitas bisa membunuh kreativitas, menciptakan kebosanan, dll.. Kadang aku pergi, sengaja biar kangen Jakarta dan penghuninya, hehe..

Jalan-Jalan di Cirebon

2. Biasanya nabung berapa lama untuk traveling?

Mmmhh.. Tergantung, sih. Kadang aku traveling udah direncanakan sebelumnya atau kadang mendadak alias mepet waktunya. Untuk perjalanan ke luar negeri, biasanya direncanakan terlebih dahulu karena menyangkut cuti, perizinan visa dan juga budget tentunya. Nah, untuk traveling ini, aku bisa 3-12 bulan waktu nabungnya. Pernah juga lebih, contohnya waktu ke Jepang. (Yeaaah, Jepang oh, Jepang!) Oh iya, satu yang mau aku tekankan di jawaban ini adalah pentingnya memperhitungkan budget traveling karena cukup tricky. Selain biaya tiket pergi-pulang, transportasi dan akomodasi sebagai biaya dasar, perlu diperhatikan juga pengenalan terhadap diri sendiri (gaya traveling, hobi saat traveling, dll). Misalnya, saya termasuk orang yang suka jajan (di luar makanan utama) dan belanja pernak-pernik lucu, maka ketika pergi ke negara seperti Jepang  misalnya, anggarkan budget tambahan. Lalu gimana pas nggak ada budget tambahan tapi udah beli tiket? Ya gapapa, masa sampai cancel berangkat? hehe.. Sayang sayang, ah! Belajar untuk menahan diri dari godaan belanja dan jajan.

Nabung yokk

3. Apa pengalaman tak terlupakan terkait urusan uang waktu traveling?

Jujur ya, terkait over budget pernah terjadi, misalnya waktu aku ke Jepang awal tahun. Waktu itu aku lagi gila banget sama perawatan muka dan Jepang salah satu negara pelopor skincare steps yang aku gilain. Jadilah banyak beli produk perawatan kulit. Untungnya over budget-nya masih dalam level “masuk biaya tak terduga”, hehe.. #JanganDitiru

Gimana ngga kalap liat masker-masker Korea gini? *nyari temen

Selain over budget, pernah juga tagihan ponselku bengkak karena salah pilih provider telepon yang kerjasama dengan providerku di Indonesia. Byeee banget, ngga sampai 24 jam salah pilih provider, tagihanku bengkak karena layanan datanya jalan terusss.. Bengkaknya tagihan sampai level ‘bayar atau angusin aja nomernya ya?’ LOL.

Dua pengalaman tadi termasuk yang kurang menyenangkan ya, aku punya juga pengalaman menyenangkan yang baru-baru ini terjadi pas aku ke Bangkok, Agustus lalu dan Seoul, Oktober lalu. Perlu mentioned karena aku se-happy itu terasa mudahnya transaksi pakai Kartu Jenius Visa Contactless.

Se-happy itu karena kemudahan transaksi pakai Jenius

Iya, kadang kalau traveling di negara orang, suka takut kehabisan uang tunai. Mau beli-beli jadi galau, karena kalau beli barang pakai tunai, nanti ribet tukar uang lagi dan cari money changer-nya, kalau lewatin aja takut ngga ketemu lagi barangnya. Kalau bayar dengan credit card kepikiran charge fee dan rate-nya yang tebak-tebakan. Nah kemarin itu, Jenius ngebantu banget karena aku cukup tap aja debit card-nya pas belanja, terus aku cek langsung di aplikasi Jenius untuk detail transaksinya. Oh betapa indah hidup ini karena mudah dan sungguhlah hemat waktu! Ternyata transaksi gampang itu ngga ada charge fee dan rate-nya beneran bagus (aku buktiin di Bangkok dan Seoul ya). Oiya, aku sempat perdana tarik tunai pakai Jenius di ATM di Bangkok, mudah aja karena tinggal cari ATM berlogo Visa. Selama ini lihat testimoni mondar-mandir di Twitter kalau rate Jenius bagus kalau di luar negeri dan biayanya juga affordable. Benar saja, selain rate bagus, untuk tarik tunai dikenai biaya Rp. 25.000 per transaksi. Lagi-lagi semua perlu perencanaan, so make sure kamu tarik tunai untuk transaksi tunai atau yang ngga bisa cashless, dan hitung besaran yang dibutuhkan supaya ngga perlu narik uang beberapa kali.

4. Ada tips untuk traveling buat pemula?

Langkah pertama mewujudkan mimpi jalan-jalan: beli tiket!

Ada! Beli tiket cuss, hahaa.. 😀 Karena apa yang direncanakan terus-terusan tapi ngga mulai beli tiket, selamanya akan jadi wacana. Hehehe 😀 Dengan kamu beli tiketnya dulu, artinya udah semakin mendekati jalan-jalan itu akhirnya kejadian, kan 🙂 Tip pertamanya itu dulu, deh, ya. Oiya, pengen tahu gimana caranya dapat tiket murah selain travel fair? Cek artikelnya di sini ya.

Kaiyukan Aquarium Osaka

5. Mau ke mana lagi?

Tempat yang mau aku datangi masih banyaaak sekaliii! Tahun depan sebenarnya pengen nginjekin kaki di Eropa atau balik lagi ke NYC. Untuk yang dalam negeri, aku pengen ke Aceh, Lombok sama Labuan Bajo. Berhubung tahun depan aku seminar dan akan konsentrasi di tesis, jadi mimpinya disimpan dulu. Cuma yang pasti mulai Januari 2019, aku mau coba fiturnya Jenius buat menjemput impian #tsahhh Namanya Dream Saver. Tabungan ini bisa otomatis menarik sejumlah uang yang kita sepakati di waktu yang kita inginkan (harian/mingguan/bulanan), terus bunganya setara bunga deposito! Jadi siapa tau aku ngga pergi ke mana-mana tahun depan, aku tetap bisa mewujudkan mimpiku yang lain dengan coba fitur ini 😀 Yukkk nabung!

Manhattan, NYC

Masih punya pertanyaan seputar traveling untuk saya? Tulis di kolom komentar ya.

Views All Time
Views All Time
2567
Views Today
Views Today
8
Tentang #InnathJalanJalan
Tagged on:                                                     

4 thoughts on “Tentang #InnathJalanJalan

  • 15 January 2019 at 7:56 AM
    Permalink

    Terima kasih atas informasi dan semoga selalu sehat

    Reply
  • 15 January 2019 at 8:03 AM
    Permalink

    terima kasih atas informasinya
    semoga selalu sehat

    Reply
  • 26 February 2019 at 5:37 PM
    Permalink

    Rate jenius di jepang bagus tidak ya? Terimakasih 😊

    Reply

Leave a Reply to Devita wardhani Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com